SETELAH MEMBACA, JANGAN LUPA BERKOMENTAR DAN FOLLOW

Label

Tampilkan postingan dengan label Belajar Menulis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Belajar Menulis. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 Juni 2014

Berakhir Abadi

          Petunia Fatmarrasyid
  
          Assalamualaikum Wr Wb

          Apa kabarmu nak? Bagaimana pula kabar ayahmu? Semoga baik-baik saja. Ini ibumu, Fatimah, yang ingin memastikan bahwa kamu baik-baik saja.
          
          Hanya maaf yang ingin ku ucap, aku menyesal telah pergi begitu saja dari hadapanmu. Ibu tahu, bilasaja aku hadir, engkau takkan mengenali wajah ini. Mungkin juga kau menganggapku wanita paling menyedihkan yang pernah kau temui. Sekali lagi, maafkan ibu. Nia, aku selalu menyempatkan diri untuk berlalu di depan rumah. hanya saja, bersembunyi adalah perbuatan yang benar ketika melihat ayahmu. Aku tak mau memancing kemarahannya lagi. kau sendiri telah memahami bagaimana bencinya ia terhadapku.
          
          Nak, jika kau tak mau memaafkan ibu, setidaknya sampaikanlah permintaan maaf ini kepada ayah. Semoga, sedikit harapan itu tetap ada. Baik-baiklah di sana dan jadilah orang yang berguna untuk semua orang, jangan sampai kau berakhir sepertiku

          Wassalamualaikum Wr Wb

Salam sayang,
       Ibumu




     Bagaimana rasanya? Tak pernah terbayang olehku. Lahir tak sempurna, berdiri tanpa saudara, berada di antara kesusahan, serta tanpa mengenal sosok bunda. Terkadang aku marah terhadap Tuhan. Peran yang ku dapatkan dalam opera ini tak pernah sama dengan keinginan. Namun Bapak berbeda, ia tak pernah menampakkan kejengkelannya kepada Maha Pencipta. Atau mungkin, ia mampu menghapus pikiran itu dari benaknya.
    Pulang dengan wajah lusuh dan berpeluh, serta garis-garis halus yang memperjelas kehidupan. Kerap kali ia mengucap, “Nia, kita akan menggapai kebahagiaan itu. Sedikit lagi kita sampai”. Kalimat yang berkali-kali ia katakan, dan aku tak pernah mengerti apa maknanya.

     Kini usiaku mendekat ke arah 15 Tahun, aku rindu hadir di sekolah. Namun sayangnya, mereka menyediakan bangku bagi siswa cacat sepertiku. Mereka bilang, “Seharusnya kau bersekolah di sekolah khusus penyandang cacat, bukan di sini”. Kasihan bapak, ia tak akan mampu membayar uang sekolahku jika kami mengikuti saran itu. Kini, yang perlu ku lakukan adalah bersabar untuk keseribu kalinya.
     Keinginanku yang lain ialah bertemu ibu. Kata tetangga, ibuku orang baik. Hanya saja, ibu tak sanggup menyusuri derasnya cobaan. Lalu ia berniat menggugurkan bayinya. Ibu tak ingin darah dagingnya merasakan penderitaan ini. Namun Bapak terlanjur marah besar terhadapnya. Dan memutuskan untuk membencinya disepanjang usia. Sesungguhnya, siapa yang lebih bernasib malang? Aku, ibu atau bapak?


*****
     Aku terbangun dan menatap langit-langit yang tak biasa. Langit-langit yang belum pernah ku pandang selama ini. Dan aku sadar bahwa tempatku berbaring bukanlah rumah. Sejauh mata memandang, yang kulihat hanya instrumen-instrumen asing, dan tak satupun aku mengenal orang-orang ini.
     Salah satu dari mereka berkata, “Kamu harus banyak istirahat sayang, kami tak ingin kejadian semalam terulang lagi. Pikirkanlah apa yang menyenangkan bagimu, jangan lagi terpuruk karena keadaan. Dan satu lagi, Bapakmu akan segera kembali. Jangan kau khawatirkan”. Ia berlalu dengan kawan-kawan yang lain sambil mempercakapkan sesuatu yang tak terdengar jelas oleh telingaku.
     Terakhir yang kudengar, derap langkah mendekat. Sepertinya aku mengenal langkah itu, langkah yang tak asing untukku. Aku ingin berdiri, namun raga ini tak menyanggupi. Lalu pintu itu terbuka, ya, benar, itu adalah Bapak. Namun kali ini aku tak memandangnya sedang sendiri. Di belakangnya ada seorang perempuan yang kira-kira berusia 3 tahun lebih muda dari Bapak. Perempuan itu mendekatiku, mendekapku erat, dan menangis. Setelah kejadian itu, aku tak pernah mengingat apapun.
Read MoreBerakhir Abadi

Minggu, 16 Maret 2014

Sebuah Cerita Penuh Luka

Dengan penuh beban pikiran dia berjalan menuju jendela dan menyentuh permukaannya. Di hatinya hanya terpikir. ‘Kapan aku sembuh dari sakit ini?’.
Seumur hidup, tak pernah terbayang cobaan ini hadir menghiasi langkah. Memberi sedikit kekecewaan dan segores warna suram. “Karena nila setitik, rusak susu sebelanga”, begitu ucapnya kesal. Tak bisa kejernihan itu hadir kembali. Tak bisa berpikir logis seperti dulu lagi. Pikirannya kacau bagai diobrak-abrik cakar ayam.
Sadarkah, semua ini menjadi beban berat baginya, apalagi, sebelumnya dia seorang periang tanpa perasa pahit disenyumnya. Mungkin memang saatnya masa-masa kelam direngkuh. Raganya boleh tercipta untuk kesedihan dan kepedihan. Tapi jiwanya, tak akan ditakdirkan untuk menangis. Perih, bahkan penyesalan.
Beberapa nasihat telah ia dapatkan,
“Lakukan saja apa yang seharusnya kamu lakukan, dan jangan lupa berdoa karena sesungguhnya Allah Maha Penolong. Dan bukannya semakin kuat seseorang, semakin berat pula cobaannya?”
“Sudahlah, istigfar. Sesungguhnya keputusasaan hanya akan menambah masalah.”
“Kamu diberi cobaan seperti ini karena Allah tahu kamu berada di lingkungan yang tepat. Di lingkungan yang penuh dengan orang-orang seindah malaikat.”
“Sabarlah, ini bukan akhir segalanya. Setidaknya kamu bisa berjanji lebih baik dari yang lain jika tak bisa berjanji untuk sembuh.”
“Aku tahu aku tahu, kamu pasti merasakan lebih parah dari aku. Tapi jangan coba sekali-kali bilang menyerah. Aku masih ada di sampingmu. Aku janji akan selalu ada untukmu.”
“Hei, jangan sedih berlarut-larut. Tidak ada gunanya, toh masalahmu tak dapat selesai dengan menangis. Mending kamu senyum. Aku rindu senyummu yang dulu selalu ada.”
Dia hanya terdiam mendengar semua celotehan itu. Sepertinya, hanya hembus angin yang sanggup mengerti kembang kempis nafasnya. Suasana beberapa hari ini sangat berbeda. Aura wajahnya tak lagi dihiasi senyum, namun dibangun dengan dua anak sungai yang menutupi tawanya. Dia sakit, dia menginginkan kesembuhan. Hanya terdengar nada penyesalan dan amarah dari indera pengecapnya itu.
“Ya Tuhan, apa salah dan dosanya? Apakah ia manusia yang sangat buruk hingga seluruh masalah seakan Kau tumpahkan padanya? Apakah ia insanMu yang begitu kuat hingga Kau anugerahkan ujian seindah jagad rayamu ini? Apa Kau terlanjur memilih dan menyayanginya hingga Kau selalu ingin merebut perhatiannya agar ia tak lupa padamu?
Hanya Engkau yang tahu.

(Peduli Kanker Indonesia)

Oleh : Nuroida Ulfa Khusnul Fatimah
Read MoreSebuah Cerita Penuh Luka

Sabtu, 15 Maret 2014

MAHASISWA HARUS TETAP BERGERAK

Pembangunan pendidikan di Indonesia telah menunjukkan keberhasilan yang cukup besar. Wajib Belajar 6 tahun, yang didukung pembangunan infrastruktur sekolah dan diteruskan dengan Wajib Belajar 9 tahun adalah program sektor pendidikan yang diakui cukup sukses. Menurut Badan Pusat Statistik, partisipasi sekolah dasar meningkat dari 41 persen pada tahun 1968 menjadi 94 persen pada tahun 1996, sedangkan partisipasi sekolah tingkat SMP meningkat dari 62 persen tahun 1993 menjadi 80 persen tahun 2002
Tetapi dibalik keberhasilan program-program tersebut, terdapat berbagai fenomena dalam sektor pendidikan. Kasus tinggal kelas, terlambat masuk sekolah dasar dan ketidakmampuan untuk meneruskan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi merupakan hal yang cukup banyak menjadi sorotan di dunia pendidikan. Kasus putus sekolah yang juga banyak terjadi terutama di daerah pedesaan menunjukkan bahwa pendidikan belum banyak menjadi prioritas bagi orang tua. Rendahnya prioritas tersebut antara lain dipicu oleh akses masyarakat terhadap pendidikan yang masih relatif kecil, terutama bagi keluarga miskin yang tidak mampu membiayai anak mereka untuk meneruskan sekolah ke jenjang lebih tinggi. 
Selain itu, ujian akhir sekolah dianggap tidak dapat menjadi ukuran kemampuan murid. Tak dapat dipungkiri, soal ujian marak dijual. Dan tak jarang, para penjualnya merupakan orang dalam, yang katanya sih oknum terpercaya yang telah dikarantina secara ketat oleh pemerintah. Tapi kan mereka juga manusia?? BUTUH DUIT.  Percuma saja diadakan ujian nasional, jika ujung-ujungnya CURANG.
Bahkan, Menurut Education For All Global Monitoring Report 2013 yang dikeluarkan oleh UNESCO setiap tahunnya, pendidikan Indonesia berada di peringkat ke-64 untuk pendidikan di seluruh dunia dari 120 negara. Sebuah prestasi atau ironisasi?? Peringkat kok 64 Besar??
Ada lagi, terdapat lebih dari 1,8 juta anak tiap tahun tidak dapat melanjutkan pendidikan, disebabkan oleh tiga faktor, yaitu ekonomi, kerja usia dini untuk mendukung keluarga dan pernikahan di usia dini. Parahnya, masih ada beberapa rakyat yang buta huruf. Apa hanya ini fakta pendidikan Indonesia?? Sebenarnya tidak, sembunyikan saja dalam benak masing-masing, jangan terlalu mempermalukan Indonesia. Toh, ini negaramu juga.

Ganti halaman, ganti topik juga ya..
Sekarang mari kita tengok perihal Ekonomi. Masalah ekonomi merupakan masalah mendasar yang terjadi disemua negara. Tentunya, beda Negara beda permasalahan pula. Contohnya pada Negara berkembang, Dia memiliki beberapa masalah yang sangat kompleks. Misalnya Standar hidup SDM yang rendah. Akibatnya, pendapatan nasional perkapita pun juga rendah. Ujung ujungnya berimbas pada tingkat kemiskinan yang semakin menjadi jadi. Dan hebatnya, ini terjadi di Negara Indonesia tercinta.
Pemerintah sibuk membuat UU dan kebijakan tentang keuangan negara. Para menteri sibuk mengatur keluar masuknya uang, inflasi, dll. Pihak kepolisian dan pengadilan sibuk mengurus tikus-tikus korupsi. Badan Pertanahan, bingung mengurus kepemilikan tanah. Alhasil, notaris pun kebanjiran job dan penggusuran terjadi dimana-mana. Kalau sudah begini, siapa yang memperhatikan rakyat kecil??? Sepertinya Pak SBY pun pening, bingung apa yang harus diselesaikan terlebih dulu.
Rakyat Indonesia, rakyat kecil maksud saya, bahasa kasarnya, orang-orang miskin, mereka terlampau pasrah dengan masalah-masalah ekonomi. Ngapain ngurus ekonomi Negara?? Ekonomi rumah tangga saja berantakan. Seharusnya pemerintah dan rakyat kalangan atas menengok kebawah, terjun untuk memahami masalah yang paling mendasar. Jangan seenaknya bangun rumah gedong, menggusur tempat tinggal orang. Beli mobil banyak lalu parkir di lapangan milik warga.
Eh, jangan menyalahkan pemerintah. Pemerintah sudah membangun rumah susun, memberi tunjangan pendidikan, asuransi kesehatan, dll.
Ya, pemerintah sudah melakukan itu semua. Tapi, apakah masalah ekonomi selesai?? Rumah susun ada, tapi rakyat tidak melirik sama sekali. Tunjangan pendidikan ada, tapi rakyat tidak memikirkan akan menyekolahkan anaknya. Asuransi kesehatan ada, tapi pelayanan untuk rakyat kecil pas-pasan.
Sudahlah, jangan menyalahkan pemerintah, urusannya panjang. Seharusnya kira sebagai mahasiswa mulai bergerak.
Kok mahasiswa yang harus bergerak??
Apa yang harus dilakukan Mahasiswa???
Mahasiswa, yang katanya berperan sebagai iron stock, social control, dan agent of change. Perlu disadari, mahasiswa adalah intelektual terdidik. Kaum muda dengan segala potensi memiliki kesempatan dan ruang untuk berada dalam lingkungan akademis yang disebut kampus.
Harapan besar menunggu kalangan terdidik ini menjadi penerus kepemimpinan bangsa, negara ini menunggu waktu untuk mereka urus, bukan merusuh. Sebagai kaum menengah ke atas, karena hanya lima persen saja dari masyarakat Indonesia yang merasakan sebagai mahasiswa, tidak seharusnya kelakuan urakan dan emosional mereka perturutkan.
Sebagai kaum terdidik yang hidup dalam komunitas masyarakat, Pertama, sebagai iron stock, yaitu mahasiswa diharapkan menjadi manusia tangguh yang memiliki kemampuan dan akhlak mulia yang dapat menggantikan generasi-generasi sebelumnya. Artinya mahasiswa merupakan aset, cadangan dan harapan bangsa.
Kedua, mahasiswa sebagai agent of change. Dimana mahasiswa sebagai agen dari suatu perubahan yang diharapkan dalam rangka kemajuan bangsa. Dilakukan dengan memperjuangkan hak-hak rakyat kecil dan miskin, mengembalikan nilai-nilai kebenaran yang diselewengkan oleh oknum-oknum elit. Dalam perubahan ini mahasiswa harus menjadi garda terdepan.
Ketiga, mahasiswa sebagai social control. Fungsi ini dilakukan terhadap penyimpangan yang dilakukan oleh penguasa negara.
Di ranah pendidikan, mahasiswa bisa memulai dari yang paling kecil. Memberantas buta huruf misalnya, mendirikan sekolah jalanan. Mudah saja, gerakkan hati dan pikiran, satukan semangat dan bulatkan tekad. Mahasiswa punya mulut kan? Dapat berbahasa Indonesia dengan baik kan? Dapat membuat proposal kan? Dengan modal itu, kita sebagai mahasiswa mendapatkan segalanya, mulai dari uang, lokasi, dan tenaga terdidik. Kaum muda yang intelek, biasanya memiliki banyak ide. Otaknya masih fresh. Apalagi yang berjiwa sosial tinggi.
Dan di dunia ekonomi. Awali dengan mendekatkan diri pada masyarakat. Pertama, ikutilah kemauan mereka. Ambil hatinya dan beri pengertian. Pengertian bahwa pendidikan itu penting untuk kemajuan bangsa. Kok pendidikan lagi yang diulas? Jangan salah, pendidikan adalah akar dari masalah ekonomi. Jika Sumber Daya Manusianya terdidik, maka Standar hidup SDM tinggi. Jika Standar hidup SDM tinggi, pendapatan nasional perkapita pun juga tinggi. Dan akhirnya, tingkat kemiskinan sedikit demi sedikit terhapuskan.
Kalau masalah, “Rumah susun ada, tapi rakyat tidak melirik sama sekali”. Kan sudah dikatakan diatas, mahasiswa punya mulut kan? Nah, dari situ kita bisa memberi mereka pengertian, sosialisasi, dan menjelaskan dampak-dampak positif jika mereka pindah ke rumah susun fasilitas dari pemerintah. Dengan kata lain, mereka dibujuk agar mau pindah.
Satu hal lagi, “Asuransi kesehatan ada, tapi pelayanan untuk rakyat kecil pas-pasan”. Sepertinya mahasiswa kurang banyak membantu mengenai hal ini. Kita hanya bisa menyumbang ide, tenaga, dan materi jika ada. Bersyukur tentunya, karena pemerintah memperhatikan kesehatan rakyatnya. Namun alangkah baiknya jika sarana ini terus diperbaiki.
Kata siapa mahasiswa cuma bisa demo?? Kita juga bisa mengubah yang negatif menjadi positif.
Itulah sebabnya mengapa Mahasiswa Harus Bergerak.


Peduli Masyarakat sekitar

Bersama Tokoh yang menginspirasi

Menyalurkan jiwa sosial kepada anak-anak

MAHASISWA


Oleh : Nuroida Ulfa Khusnul Fatimah
Read MoreMAHASISWA HARUS TETAP BERGERAK

NAMA BENDA DIGANTI DENGAN MEREK DAGANG

SPIDOL - merek filt pen
RINSO - merek deterjen
AQUA - air dalam kemasan
SANYO - mesin pompa air
WALKMAN - pemutar kaset portabel
HANDYCAM - perekam video
ODOL - pasta gigi
TIPEX - cairan untuk koreksi
STABILLO - pena pencerah jelas tulisan
SASA - merek vetsin atau MSG
***

Pembeli : Bu, beli Aqua botol 1
Penjual  : Yang apa nak?
Pembeli : Club aja deh bu.

Ada lagi,

Istri     : Pa, hidupkan sanyo ya! Mama mau cuci piring.
Suami  : Iya

Ada juga postingan di facebook (perhatikan kotak merah)
Wah wah.. ternyata masyarakat sekitar lebih akrab dengan merek dagangnya daripada nama benda yang sesungguhnya. Jika saja mereka terekam kamera televisi, akan terdengar bunyi *tiiiiittt* berkali-kali karena mereka menyebut merek dagang dari suatu benda yang dimaksud.

Mengapa hal demikian dapat terjadi?
Menurut saya, hal itu terjadi karena :

  1. Merek tersebut merupakan merek pertama dari produk benda yang dimaksud. (misal : Aqua adalah merek pertama dari air mineral)
  2. Kebanyakan dari masyarakat lebih percaya dengan barang-barang yang telah laku keras di pasaran.
  3. Saat merek itu keluar dan terpublikasi di telinga masyarakat, tak banyak produk lain yang menjadi daya saing.
  4. Merek tersebut mudah dijumpai di lingkungan sekitar. Dengan kata lain LARIS
Saya juga tak berlaku munafik, kerap kali saya mengucapkan SASA kepada penjual baso. Karena penjual baso tak mengerti saat saya mengucapkan "Tidak pakai MSG ya pak"

Terkadang, saat kita mengucapkan kebenaran, justru orang lain menertawakan dan mengolok-olok kita, "Dasar nora'. Bahasanya aneh". 
Misalnya saat saya mengucapkan, "Ada pemutar kaset portabel yang harganya dibawah Rp150.000,00?". Lantas penjual itu berkata, "Walkman mbak?"

Susahnya mengubah pola pikir masyarakat. 
BUKANKAH KITA HARUS BERUSAHA UNTUK BERBAHASA INDONESIA YANG BAIK DAN BENAR?

Oleh : Nuroida Ulfa Khusnul Fatimah
Read MoreNAMA BENDA DIGANTI DENGAN MEREK DAGANG

Biro Kestari BEM IMAKA

  Biro Kesekretariatan (Kestari IMAKA) merupakan perpanjangan tangan dari Presma dan Wapresma dalam bidang kesekretariatan dan administrasi. Biro Kestari berada sejajar dengan Biro Keuangan dan bertanggungjawab terhadap presiden mahasiswa dan wakil presiden mahasiswa.


  Pada umumnya program kerja Kestari IMAKA dilakukan secara rutin seiring sejalan dengan kepengurusan IMAKA.

TUGASNYA :
Membuat sistem administrasi yang terkontrolterkoordinasi dan berharmonis
Inventarisasi aset dan mengatur kesekretariatan BEM IMAKA Mengumpulkan  Arsip  BEM IMAKA



Oleh : Nuroida Ulfa Khusnul Fatimah
Read MoreBiro Kestari BEM IMAKA

BEST FRIEND FOREVER


Ini nih yang namanya Yuni Hapsari, saudaraku di Bogor.
Sebenarnya kita saling mengenal sejak lama, satu sekolah saat SMP. Namun entah mengapa tak ada keakraban diantara kita. Bisa jadi karena aku dan dia tak pernah menjadi kawan sekelas.
Ternyata gadis penyuka warna kuning ini tinggal tak jauh dari kediamanku, hanya terpaut kurang dari 1 km. Aku pun kerap kali melewati depan rumahnya sepulang les, 3 kali dalam seminggu, 2 kali dalam sehari (berangkat-pulang). Dan herannya lagi, aku tak pernah tahu bahwa itu tempat tinggalnya. 
Setelah melewati masa SMA, aku dan nyit (penggilan akrabnya) tinggal satu atap, kuliah di lokasi yang sama, makan berdua, susah sedih bersama dan tak pernah absen untuk bertatap muka.





Di kampus ini ada kesempatan untuk menjadi lebih akrab. Akademi Kimia Analisis Bogor. Puji syukur atas anugerah yang diberikan oleh Allah SWT, jauh dari orang tua, namun masih ada karib yang menemani. Bukan hanya kampus yang menjadi saksi kedekatan kita, namun di semua tempat yang pernah kita berdua kunjungi. Lihat saja kelakuannya. 



Ini kita lagi di Kebun Raya Bogor (KRB). Siapa yang tahu ini di bagian mana?
Di dekat pintu masuk. Sengaja memang, intinya adalah kita ga mau bayar.






Yang ini Trip to Jakarta. Saat itu temen satu kos pulang semua. Kita hanya berdua. Beruntung karena dapat kunjungan dari keluargaku. Temen-temen ngasih julukan "PENUNGGU KOS". Kejam sekali ya?

























Terakhir nih.. Sedang di mana kah kita?
Ya, sedang di kampus tercinta














Masih banyak perjalananku dan nyit yang belum diceritakan. Mungkin lain waktu akan dirampungkan. 


Oleh : Nuroida Ulfa Khusnul Fatimah
Read MoreBEST FRIEND FOREVER

Kamis, 13 Maret 2014

HARTA ATAU LINGKUNGAN?

Kalimat itu memang tidak cocok jika digunakan untuk mengancam seseorang. Karena pada umunnya, mereka mengucap “HARTA ATAU NYAWA?”. Tapi menurut saya, ini merupakan suatu ancaman yang lebih serius. Kita tahu bahwa lingkungan merupakan aset atau harta terbesar umat manusia. Jika tak ada lingkungan :
  1. Dimana kita tinggal?
  2. Dari mana kita mendapatkan makanan?
  3. Bagaimana cara kita memenuhi kebutuhan?
  4. Kapan kita bisa belajar memahami satu sama lain?
  5. Apa yang bisa kita lakukan?
Pentingnya peran lingkungan hanya disadari oleh beberapa bahkan hanya segelintir orang, Bisa jadi tak lepas dari hitungan tangan. Mari tengok lebih dalam. Mulailah pahami betapa lingkungan kita ingin suatu kebebasan.

***

Manusia menuntut ilmu setinggi-tingginya, saat memperoleh nilai yang memuaskan dan mempunyai pengetahuan yang luas, ada suatu instansi yang menawarkan pekerjaan. Pilihannya :

  1. Maukah anda mengabdi kepada lingkungan atas nama instansi saya yang mempunyai Visi dan Misi berbasis lingkungan? Namun gaji anda tidak tetap, kurang lebih 3 atau 4 juta per bulan. Bagaimana?
  2. Maukah anda bekerja untuk saya dan untuk perusahaan ini sebagai manajer dengan gaji Rp50.000.000,00 per bulan? Anda tidak perlu pergi ke tempat pembuangan limbah, mengawasinya ataupun memikirkan dampaknya bagi lingkungan, anda hanya mengawasi keluar masuknya barang. Bagaimana?
Siapa yang memilih pilihan pertama, saya akan acungkan jempol. Namun saya berani berkata bahwa kebanyakan dari kita akan memilih pilihan ke dua. Tentunya karena ada iming-iming gaji yang tinggi.

Sadar atau tidak, harta menjadi prioritas utama bagi manusia. Kita hanya melihat sisi enaknya saja. Kita tak berpikir sedikitpun tentang kelangsungan hidup kedepannya, tentang timbal balik kita terhadap lingkungan. Saat ini, banyak bencana yang terjadi, seperti banjir, gunung meletus, longsor, kebakaran hutan, dll. Itu merupakan bentuk protes alam kepada manusia yang tak tahu diri. Yang menebang pohon di hutan tanpa melakukan reboisasi, yang membuang sampah di sungai-sungai, yang membangun gedung gedung tinggi tanpa menyisakan lahan untuk ditanami. 
Jika saja yang kita lakukan adalah :



Banjir tak akan terjadi di Ibu Kota.

Mulai saat ini, belajarlah saling menghargai. Lingkungan tidak tinggal diam jika yang kita lakukan adalah merusaknya.



Oleh : Nuroida Ulfa Khusnul Fatimah

Read MoreHARTA ATAU LINGKUNGAN?

Jumat, 30 Oktober 2009

Definisi

Cinta adalah sebuah perasaan yang diberikan oleh Tuhan pada sepasang manusia untuk saling…. (saling mencintai, saling memiliki, saling memenuhi, saling pengertian dll). Cinta itu sendiri sama sekali tidak dapat dipaksakan, cinta hanya dapat brjalan apabila ke-2 belah phiak melakukan “saling” tersebut… cinta tidak dapat berjalan apabila mereka mementingkan diri sendiri. Karena dalam berhubungan, pasangan kita pasti menginginkan suatu perhatian lebih dan itu hanya bisa di dapat dari pengertian pasangannya.
Cinta adalah memberikan kasih sayang bukannya rantai. Cinta juga tidak bisa dipaksakan dan datangnya pun kadang secara tidak di sengaja. CInta indah namun kepedihan yang ditinggalkannya kadang berlangsung lebih lama dari cinta itu sendiri. Batas cinta dan benci juga amat tipis tapi dengan cinta dunia yang kita jalani serasa lebih ringan.
Cinta itu perasaan seseorang terhadap lawan jenisnya karena ketertarikan terhadap sesuatu yang dimiliki oleh lawan jenisnya (misalnya sifat, wajah dan lain lain). Namun diperlukan pengertian dan saling memahami untuk dapat melanjutkan hubungan, haruslah saling menutupi kekurangan dan mau menerima pasangannya apa adanya, tanpa pemaksaan oleh salah satu pihak. Berbagi suka bersama dan berbagi kesedihan bersama.
Cinta itu adalah sesuatu yang murni, putih, tulus dan suci yang timbul tanpa adanya paksaan atau adanya sesuatu yang dibuat-buat, Menurut saya pribadi cinta itu dapat membuat orang itu dapat termotivasi untuk melakukan perubahan yang lebihb aik daripada sebelum ia mengenal cinta itu. Cinta itu sesuatu yang suci dan janganlah kita menodai cinta yang suci itu dengan ke-egoisan kita yang hanya menginginkan enaknya buat kita dan ndak enaknya buat kamu. TIPS; untuk mengawetkan cinta dibutuhkan PENGERTIAN!
Suatu perasaan terdalam manusia yangmembuatnya rela berkorban apa saja demi kebahagiaan orang yang dicintainya. Pengorbanannya itu tulus, tidak mengharap balasan. Kalau misalnya memberi banyak hadiah ke seseorang tapi dengan syarat orang itu harus membalasnya dengan mau jadi kekasihnya, itu bukan cinta namanya. CInta tidak bisa diukur dengan materi ataupun yang berasal dari dunia fana. Dan percayalah… cinta terbesar biasanya selalu datang dari ibu kandung, bukan dari pacar (sebab cinta pacar bisa luntur suatu saat atau setelah menikah kelak).
Cinta, membuat bahagia, duka ataupun buta. Cinta itu penuh pengorbanan, kepahitan, keindahan dan kehangatan. Cinta adalah sebuah keinginan untuk memberi tanpa harus meminta apa-apa, namun cinta akan menjadi lebih indah jika keduanya saling memberi dan menerima, sehingga kehangatan, keselarasan dan kebersamaan menjalani hidup dapat tercapai. CInta adalah kata yang memiliki banyak makna, bergantung bagaimana kita menempatkannya dalam kehidupan. Ai wa atatakai koto da.
Cinta itu bisa membuat orang buta akan segalanya hanya demi rasa sayang terhadap sang kekasih. Kita juga tau apa maknanya cinta itu. Cinta psti bisa membuat orang merasakan suka dan duka pada waktu yang sama ketika kita berusaha mendapat kebahagiaan bersama. Jadi bukanlah kebahagiaan untuk kita sendiri. Meskipun demikian kita jangan samapi salah langkah agar tidak menuju kesengsaraan. Lakukanlah demi orang yang kamu kasihi agar kau tidak merasa sia-sia tanpa guna. Karena hal itulah yang membuat hidup menjadi lebih hidup (Losta Masta).
Cinta adalah perasaan hangat yang mampu membuat kita menyadari betapa berharganya kita, dan adanya seseorang yang begitu berharga untuk kita lindungi. CInta tidaklah sebatas kata-kata saja, karena cinta jauh lebih berharga daripada harta karun termahal di dunia pun. Saat seseorang memegang tanganmu dan bilang ” Aku cinta kamu…” pasti menjadi perasaan hangat yang istimewa! Karena itu, saat kamu sudah menemukan seseorang yang begitu berharga buat kamu, jangan pernah lepaskan dia! Namun adakalanya cinta begitu menyakitkan, dan satu-satunya jalan untuk menunjukkan cintamu hanyalah merlekan dia pergi.
Cinta itu adalah sebuah perasaan yang tidak ada seorangpun bisa mengetahui kapan datangnya, bahkan sang pemilik perasaan sekalipun. Jika kita sudah mengenal cinta, kita akan menjadi orang yang paling berbahagia di dunia ini. Akan tetapi, bila cinta kita tak terbalas, kita akan merasa bahwa kita adalah orang paling malang dan kita akan kehilangan gairah hidup. Dengan cinta, kita bisa belajar untuk menghargai sesama, serta berusaha untuk melindungi orang yang kita cintai, apaun yang akan terjadi pada kita. Ai ga kirei’n da!
Cinta merupakan anugerah yang tak ternilai harganya dan itu di berikan kepada makhluk yang paling sempurna, manusia. Cinta tidak dapat diucapkan dengan kata-kata, tidak dapat dideskripsikan dengan bahasa apaun. Cinta hanya bisa dibaca dengan bahasa cinta dan juga dengan perasaan. Cinta adalah perasaanyang universal, tak mengenalgender, usia, suku ataupun ras. Tak perduli cinta dengan sesama mansuia, dengan tumbuhan, binatang, roh halus,ataupun dengan Sang Pencipta. Lagipula, cintaitu buta. Buta sama degnan meraba-raba. Jadi… cinta itu meraba-raba… meraba-raba isi hati yang dicinta…
Read MoreDefinisi

Rabu, 28 Oktober 2009

Cinta adalah hal yang misterius.. Tak bisa di tebak atau dipastikan.. Cinta dapat diibaratkan seperti air yang mengalir.. Yang tak ada seorangpun tahu dari mana asalnya dan dimana berakhirnya.. Yang tahu hanyalah Yang Maha Kuasa.....
Read More
.